jump to navigation

Pengalaman bersama Yamaha YT115 Februari 19, 2012

Posted by gafuri46 in gizi, R2.
Tags: , ,
trackback

Bulan februari 2006, saya diberi amanah memegang motor dinas yamaha YT115 untuk menunjang aktivitas saya dalam bekerja. Pada waktu pengambilan motor dinas sebenarnya ada motor dinas lain yang lebih kencang yaitu yamaha RX King, namun kondisi medan kerja yang sangat eksrim waktu itu memang lebih tepat jika motor yang digunakan adalah YT115.

image

Yamaha YT115 sepertinya basiknya berasal dari RX Spesial, namun suspensi depan diganti dengan suspensi yang lebih panjang, selain itu ban yang digunakan juga ban trail, beserta spatbor depan yang juga sesuai dengan medan lumpur.Β 

Wilayah tempat saya bekerja sebagian besar adalah daerah pegunungan dan hutan karet, disini rumah2 penduduk sebagian berjauhan dan terpisah oleh hutan karet, pada musim hujan jalanan sangat licin dan berlumpur. Disini kemampuan motor ini benar-benar diuji. Meskipun jalan becek, motor ini tetap dipakai boncengan dan bawa barang yaitu tas obat dan tempat vaksin. Selain itu ditambah juga membawa biskuit mp-asi. Sudah sangat sering motor ini jatuh karena jalan licin, menempuh kubangan lumpur pun sudah tak terhitung lagi.

image

macam kondisi medan yang ditempuh

Ukuran lingkar roda belakang 18″ dan depan 19″, ban belakang ukuran 3.00 dan depan 2.75. Menjadikan motor ini enak dipakai buat melintas di medan sulit. Selain itu salah satu yang saya suka dari motor ini adalah suspensi yang empuk dan busa jok yang tebal. Tarikan motor ini juga ringan, untuk tanjakan-tanjakan yang ada diwilayah kerja hampir tidak pernah ada masalah berarti.

Diantara berbagai kenyamanan, ada beberapa kekurangan motor ini menurut saya. Yang pertama rem depan yang masih tromol. Kedua motor ini gak punya elektrik starter, jadi mesti olahraga kaki tiap ngidupin nih motor. Berikutnya motor ini tidak punya indikator bensin, nah lo susah kan? Tiap mau jalan agak jauh mesti buka tangki dulu buat ngecek. Hal lain yang cukup mengganggu adalah tali kopling yang cukup sering putus.

Setelah 6 tahun pakai motor ini rasanya gak banyak berubah, yang paling terasa adalah suspensi yang sudah mulai keras dan tarikan yang tak segarang dulu. Selain itu konsumsi bensinnya sekarang juga semakin boros.

image

mejeng dijalan yang sudah beraspal

Tapi sekarang kondisi medan yang ditempuh juga sudah tak seekstrim dulu, sebagian jalan yang dulu sangat sulit dilalui sekarang sudah pengerasan, sebagian lagi sudah diaspal, tinggal beberapa titik yang masih sulit. At all, setelah 6 tahun pakai nih motor, ternyata motor ini memang tepat buat daerah pegunungan seperti wilayah kerja saya.Β 

Di ulah di WordPress gasan Android

Komentar»

1. Gianluigi mario - Februari 19, 2012

betul2 cocok buat medan ekstrim kayak lumpur itu..
kalo pake motor biasa atau ban biasa jelas kesulitan..πŸ˜›

2. vixy182 - Februari 20, 2012

gkgk sama di kantor ada jua… Tapi medan jalanx ngeri situ lah…,hbis posyndu dah nyata ne..:mrgreen:

3. gogo - Februari 21, 2012

wow.. ini neh motor yg jadi trademark penyuluh pertanian Disnakan..

4. gafuri46 - Februari 22, 2012

@Gianluigi Mario: bener bro, kalau motor biasa capek bgt mlewati jalan yang ekstrim seperti itu..
@Vixy182: tahu banar inya, rancak jua pang kl lah kposyandu jua.. πŸ™‚
@Gogo: kalau dsini selain petugas kesehatan, ada dipakai polisi n TNI juga bro..

5. Abu Wakeel Al-Waleed - Maret 12, 2012

WUts,,, keren pengalamannya & juga motornya. BTW, konsumsi BBM-nya rata2 berapa Oom?

6. gafuri46 - Maret 12, 2012

@Abu Wakeel: 1 liter dapet sekitar 35 km bro, lumayan irit lah..

7. Abu Wakeel Al-Waleed - Maret 14, 2012

“olrite Oom. Thanx berat buat informasinya. Jadi kepincut nih! *mecahin celengan

8. rony - Oktober 16, 2012

jadi kepingin juga motor yamaha yt 115 ,
saya juga sering masuk hutan naik gunung pake motor rx king,pake gir yt , tapi pas tanjakan kurang bertenaga karena ring piston kurang bagus. sepertinya motor rx king cocoknya jalan lurus datar, kalau untuk naik turun gunung dan masuk hutan cocoknya motor yt. jadi kepengen beli motor yt115.

9. Mohd Sutriyono (@rio_kmc27) - November 28, 2012

Waaah Orang tua saya juga diberi amanah untuk memegang motor dinas yamaha YT115 persis seperti itu oom..πŸ™‚

Sampe sekarang motor dinas yamaha YT115 itu masih terawat dengan baik hanya 1 problemnya buat papa saya, ya itu tali sepido meter yang kurang baik alias udh putus, kemaren sempat mencari-cari suku cadangnya ternyata susah dan sampai sekarang masih kebingunggan mencarinya..😦 *kalo boleh tau dimana jual dan nama merek tali sepido meternya yang pas buat yamaha YT115..
Infonya yaa Omm…???πŸ™‚

Dan sampai sekarang masih sering di gunakan untuk berpergian ke lapangan *tempat beliau bekerja*πŸ˜€πŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: