jump to navigation

Pelansir oh pelansir.. April 16, 2012

Posted by gafuri46 in Uncategorized.
Tags: , , , ,
trackback

image

Apa yang anda rasakan jika anda antri BBM berpanas-panas untuk mendapatkan cuma 3 liter premium. Sedangkan disebelah anda para pelansir tanpa antri panjang dengan santai mengisi jirigen-jirigen besar dengan premium untuk dijual kembali seharga Rp 6.500,-.  . . !

Hal seperti diatas sepertinya lumrah dikalsel. FYI, pelansir adalah mereka yang membeli BBM untuk dijual kembali. Mereka beli seharga subsidi, dan dijual seharga non subsidi, hehe.. Biasanya, makin langka BBM, pelansir makin banyak (jadi tambah runyam kan..). Levelnya juga macam-macam, dari yang cuma pakai motor dan bawa jirigen, sampai yang pakai mobil yang tangki BBM nya dimodif menjadi ukuran jauh lebih besar. Pelansir sepertinya sudah menjadi alternatif pekerjaan, buat mereka yang tidak ada pekerjaan tetap, atau pun mereka yang banyak waktu luang, menjadi pelansir merupakan sebuah peluang usaha. Buat mereka yang rumahnya jauh dari SPBU, keberadaan pelansir sangat dibutuhkan, konsumen tidak perlu jauh-jauh kekota hanya untuk antri BBM, apalagi jika motornya cuma bebek dan cuma muat 3 liter. Tapi ya harga pastinya lebih mahal, makin jauh dari SPBU, makin mahal harganya. Ditempat kerja saya yang berjarak sekitar 25 km dari ibukota kabupaten, pada kondisi normal saja harga BBM jenis premium adalah Rp 7.000, sehingga pada saat langka harganya kadang bisa lebih mahal daripada harga pertamak di SPBU.

Jika diperhatikan, adanya para pelansir sendiri sepertinya juga menguntungkan pihak SPBU, yaitu dagangan mereka jadi cepat habis sehingga mungkin akan mengurangi biaya operasional. Gak perlu buka 24 jam, paling 6 jam juga sudah habis, kan jadi gak perlu banyak-banyak pegawai, hemat.. hehe..

Jika dulu kita bisa membeli BBM disore hari, sekarang siang pun BBM biasanya sudah kosong. Trus, gimana jika anda kebetulan mau ngisi di SPBU sore hari, BBM anda hampir habis, dan ternyata SPBU sudah tutup karena sudah kehabisan stok..?? Tenang bro, didepan SPBU berjejer kok kios-kios BBM milik para pelansir tadi. Di SPBU boleh habis, tapi disini sampai malam masih ada bro.. (kalah dong SPBU,hehehe..) Kalau harga tergantung sikon, jika situasi normal, biasanya Rp 6.000, jika BBM langka bisa sampai Rp 8.000 lebih lho..

image

Satu kios punya stok BBM lumayan banyak lho, lihat saja foto diatas..! Satu kios bisa punya sekitar 20 jirigen isi 5 liter yg terisi penuh (jika dihitung 20 x 5 ltr sudah 100 ltr ), belum lagi jejeran jirigen 2 liter yg juga terisi penuh. Dan saya yakin dirumah pun mungkin masih ada stok, soalnya ketika foto ini diambil (sekitar jam 3 sore), terlihat bahwa semua jirigen masih terisi penuh. Jumlah kios ini lumayan banyak, disekitar SPBU saja ada sekitar 20 kios. Hitungan kasarnya jika setiap kios punya stok sekitar 100 liter saja, maka total setiap hari para pelansir ini menyerap sekitar 2.000 liter BBM subsidi setiap hari. Itu terhitung hanya pelansir yang kiosnya dekat SPBU, belum lagi masih ada ratusan lagi pelansir lain yang kiosnya jauh dari SPBU, Ckckck…

Menurut saya, meskipun menguntungkan, keberadaan pelansir harus tetap diatur dan diawasi juga. Bisa dengan pembatasan jumlah pembelian, peraturan harga eceran tertinggi, dll. Sehingga mereka yang beli langsung di SPBU mendapat pelayanan yang lebih baik, dan mereka yang beli eceran di kios pelansir belinya juga tidak terlalu mahal. Kalau dibiarkan saja tanpa aturan jelas, saya jadi mikir. Nih BBM subsidi buat siapa sih sebenarnya.. Buat masyarakat (mungkin lebih tepatnya masyarakat kurang mampu), atau kah buat pelansir..???

*gambar diambil disebuah SPBU di kab. HST.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: